AMLB Minta Majelis Hakim Perintahkan JPU KPK Hadirkan Bos SGC, Purwanti Lee ke Persidangan Mustafa

  • Whatsapp

BANDARLAMPUNG- Aliansi Masyarakat Lampung Bersih (AMLB) minta majelis hakim yang menangani perkara dugaan suap dan gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa untuk memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK guna menghadirkan sejumlah pihak yang dinilai terlibat dalam pembagian mahar politik di Pilgub Lampung 2020 lalu ke muka pengadilan.

Ini dinyatakan AMLB lewat keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (22/4/21).

“Sejak digelarnya persidangan Justice Colaboration (JC) kasus aliran dana korupsi Yang dilakukan terpidana Mustafa (Jilid II) merupakan sebagai langkah kemajuan dalam upaya menuntut keadilan dalam menggali lebih dalam keterlibatan pihak pihak petinggi partai politik, cukong pengusaha yang melakukan kejahatan Coorporation dalam bentuk mahar politik yang sudah jelas bertentangan dengan undang undang Pemilihan Kepala daerah,” tulis AMLB dalam keterangan tertulis.

Dalam keterangan itu, AMLB meminta kepada Majelis Hakim untuk segera memerintahkan kepada Jaksa penuntut (JPU) mengeluarkan Sprindik baru dalam upaya menggelar pokok perkara yang dari awal.

“Kami menilai hingga saat ini banyak keganjilan dalam keterangan saksi sidang dengan yang tertera dalam BAP berdasarkan sesuai jalannya sidang sehingga sidang yang dilakukan terkesan penuh keragu-raguan dalam menentukan sikap, sehingga kami tidak menginginkan sidang ini adalah sidang dagelan semata,” tulis AMLB.

Yang kedua, AMLB meminta kepada pengadilan untuk memerintahkan JPU segera menghadirkan Purwanti Lee, Vice President Sugar Group Company lantaran disebut beberapa orang saksi dalam persidangan telah mengatur adanya mahar politik di Pilgub Lampung 2020.

Ketiga, AMLB juga meminta Majelis Hakim untuk menghadirkan Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ke dalam persidangan.

“Meminta Kepada yang mulia Majelis Hakim untuk segera menghadirkan Ketua DPC PKB Lampung Tengah untuk menanyakan Kebenaran apakah benar dirinya menerima Uang Senilai Rp150.000.000 guna perbaikan Kantor DPC dan mengkaji apa kaitan uang tersebut dengan keterkaitan aliran Dana Korupsi Mustafa,” begitu bunyi poin keempat dalam pernyataan sikap AMLB.

Poin kelima, AMLB meminta kepada Majelis Hakim untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus ini, diluar mustafa.

“Membuka mata masyarakat Lampung dengan meragukan pengakuan Seorang Chusnunia Chalim (Wagub Lampung) selama jalannya sidang yang tidak mengakui menerima aliran dana mahar politik. Tetapi menerima uang sebesar Rp150 juta dari saudara Midi,” tulis AMLB di poin kelima.

Di poin keenam, AMLB meminta KPK menetapkan tersangka baru untuk menghilangkan kesan adanya keraguan dan kriminalisasi hukum terhadap Warga di Bumi Ruwa Jurai (rls/sen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *