Ikan Asli Sumatera Bernilai Komersial Tinggi dan Langka Masih Hidup di Lampung Timur

  • Whatsapp
Ikan Sumatera (foto: antaranews.com)

LAMPUNG TIMUR – Ikan asli Sumatera yang punya nilai komersial tinggi masih bisa ditemukan dan hidup alami di sungai di Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Ikan asli Sumatera ini populer disebut Tiger Fish Sumatera.

Menurut warga Jabung, Zainal Abie, Sabtu (31/10/2020) malam, ikan ini masih hidup di sungai kecil yang mengalir alami di desanya. Sungainya tidak pernah tercemar, sehingga ikannya tidak punah.

Di sungai-sungai lainnya, ikan ini sulit ditemukan lagi. Katanya, ikan ini dulunya mudah sekali ditemukan di sungai (way) Sekampung.

Catatan Jurnallampung.id, sungai Sekampung sekarag sudah sering tercemar limbah dari pabrik maupun dari industri rumahan.

“Ikan ini sekarang hanya ada di sungai Batu Ngangap,” ungkapnya.

Mengutip wikipedia, ikan yang bernama latin Puntius Tetrazona adalah sejenis ikan kecil anggota suku Cyprinidae anak-suku Cyprininae. Nama tersebut adalah nama perdagangannya sebagai ikan hias. Dalam bahasa Inggris, ikan ini dikenal sebagai Sumatra Barb atau Tiger Barb.

Ikan ini punya panjang 70 mm. Tubuh berwarna kekuningan dengan empat pita tegak berwarna gelap; pita yang pertama melewati mata dan yang terakhir pada pangkal ekor. Gurat sisi tak sempurna, 22-25 buah dengan hanya 8-9 sisik terdepan yang berpori. Batang ekor dikelilingi 12 sisik. Tinggi tubuh sekitar setengah kali panjang standar (tanpa ekor).

Sekitar mulutnya, sirip perut dan ekor berwarna kemerahan. Sirip punggung dan sirip dubur berwarna hitam, namun warna hitam pada sirip punggung dibatasi oleh garis merah.

Jenis yang diperdagangkan, selain yang berwarna kekuningan, ada pula individu yang kemerahan, kehijauan dan albino. Jenis yang berwarna kehijauan yang sebetulnya adalah gejala melanisme pada ikan Sumatera, dan yang berwarna albino merupakan hasil dari pembiakan selektif dalam penangkaran untuk meningkatkan nilai jual ikan ini.

Ikan ini secara alami menyebar di Semenanjung Malaya (termasuk di wilayah Thailand), Sumatera, dan Kalimantan.

Ikan ini sering didapati di sungai-sungai dangkal berarus sedang, yang jernih atau keruh.

Ikan ini adalah salah satu ikan akuarium yang memiliki nilai komersial cukup tinggi. Menurut catatan impor ikan hias Amerika Serikat tahun 1992, ikan ini menduduki peringkat ke-10 dengan jumlah individu yang diimpor pada tahun itu sebanyak 2,6 juta ekor.

 

Sumber: antaranews.com

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *