Indonesia akan Kirim 200 Imam Masjid ke UEA Bergaji Rp20 Juta

  • Whatsapp
Husin Bagis

JAKARTA – Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Husin Bagis mengatakan, Indonesia akan mengirim 200 hafiz untuk menjadi imam di beberapa masjid di Abu Dhabi dan sekitarnya dalam tempo tiga tahun ke depan. Mereka akan diberi gaji bulanan Rp20-an juta dan rumah dinas.

Husin seperti dikutip detik.com, Senin 26/10/2020) menyebutkan, kesepakatan pengiriman calon imam masjid ini dicapai atas dasar kesepakatan sewaku Presiden Joko Widodo berkunjung ke UEA pada Januari 2020.

“Informasi terakhir, sudah ada 100 orang yang mendaftar untuk ikut seleksi di Kementerian Agama,” kata Husin.

Menurutnya, program pengiriman imam masjid ini, bermula dari kebiasaan menunaikan salat subuh dan magrib di masjid-masjid di sekitar Abu Dhabi yang selalu diimami oleh orang-orang dari Pakistan, Bangladesh, dan Maroko.

“Kenapa Indonesia sebagai negeri muslim terbesar tak ada yang menjadi imam di UEA?

Dia lalu berbicara dengan otoritas yang membidangi masalah tersebut. Kepada mereka, Husin menjelaskan bahwa dari sekitar 270 juta penduduk Indonesia, 90 persennya adalah muslim.

“Insyaallah satu persennya lagi hafiz Quran. Lebih banyak hafiz Quran di Indonesia daripada di negara-negara Arab,” ujarnya menirukan paparannya kepada otoritas di UEA.

Pemerintah UEA, katanya, akan memberi fasilitas memadai kepada para imam masjid ini. Selain gaji dan rumah dinas, mereka juga akan diberi asuransi kesehatan. “Pokoknya enjoy-lah, ” ujarnya.

Seorang imam masjid di UEA itu, katanya, tidak perlu azan karena itu sudah disiarkan langsung melalui radio dari masjid besar. Tinggal ikamah saja, dan kalau mau khotbah juga materinya sudah disiapkan. “Naskahnya pendek-pendek,” ujarnya.

Dia berharap mulai tahun depan sedikitnya ada 60 orang Indonesia yang dikirim ke UEA untuk menjadi imam masjid. Jumlah yang sama di tahun 2022 dan selebihnya 2023.

Bila sudah selesai bertugas, katanya, mereka dapat menularkan budaya dan tradisi toleransi yang ada di UEA di Tanah Air. Sebaliknya, mereka juga membawa budaya dan nilai-nilai toleransi yang selama ini berkembang di Indonesia. (xta)

 

Sumber: detik.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *