Banyak Warga Bandarlampung Menyeberang Jalan Tanpa Gunakan Jembatan

  • Whatsapp
Orang Menyeberangi Jalan (Ichwan)

BANDARLAMPUNG – Jembatan penyeberangan orang di Bandarlampung nyaris tidak banyak berfungsi, karena warga lebih memilih menyeberangi jalan secara langsung.

Hal ini terekam oleh Jurnallampung.id pada Sabtu (17/10/2020) di beberapa lokasi yang mana warga memilih menyeberang jalan secara langsung di tengah ramainya lalu lintas kendaraan bermotor.

Misalnya di Jalan Raden Intan, Tanjungkarang, tepatnya di depan swalayan Ramayana, orang-orang memilih berjalan kaki atau malah ada yang berlari untuk menyeberang, padahal di dekat situ ada jembatan penyeberangan orang.

Salah seorang warga yang kedapatan menyeberang di bawah jembatan, Firman, mengaku enggan menggunakan jembatan penyeberangan, karena harus menaiki tangga.

“Kaki saya pegal kalau harus naik tangga mas. Ya, pinter-pinter kita aja menghindari kendaraan yang lewat,” tuturnya.

Di Bandarlampung, ada empat jembatan penyeberangan di titik kemacetan paling kronis, persimpangan Jalan Kartini – Jalan Agus Salim, persimpangan Pasar Bambu Kuning – komplek pertokoan Pasar Tengah, Persimpangan Jalan Teuku Umar – Sekolah Fransiskus, dan Komplek Pasar Tengah – swalayan Ramayana.

Berdasarkan pantauan, keempat jembatan penyeberangan itu terawat baik dan layak digunakan, namun tak seorang pun menggunakannya. (xta)

 

Pewarta: Ichwan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *