Pemerintah Lamtim Kumpulkan Pengusaha Pabrik Tapioka agar Naikkan Harga Singkong

  • Whatsapp
Petani Singkong (sumber: antaranews)

LAMPUNG TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) usul kepada pengusaha pabrik tapioka untuk meningkatkan harga beli singkong terendah Rp900 dan potongan tertinggi 20%.

Usulan itu disampaikan pemerintah setempat kepada 13 pengusaha pabrik tapioka, Selasa (13/10/2020).

Dalam pertemuan yang dipimpin Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM M Yusuf HR, petani mengeluh karena harga singkong di tingkat pabrik turun dari Rp1.050/kilogram menjadi Rp800/kilogram dengan potongan (refraksi) tertinggi 25%. Sedangkan harga tertinggi yang diterima petani hanya Rp400 karena petani masih harus mengeluarkan biaya cabut, transportasi, dan bongkar muat.

Pengusaha beralasan turunnya harga singkong, di antaranya karena dipengaruhi kualitas hasil panen petani serta fluktuasi harga tepung tapioka di pasaran.

Menurut Direktur CV Rajabasa Lama, Cung Sanjaya, pabriknya membeli singkong petani Rp800 dengan potongan 25 persen. Kemudian harga tepung tapioka di pasaran sekarang sedang turun dari Rp6.500 menjadi Rp4.400/kilogram.

“Kami juga susah menjualnya sehingga pabrik terpaksa tidak berproduksi, karena stok tepung tapioka di gudang masih banyak,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Sartono dari CV Budi Acid Jaya.Pabriknya juga membeli singkong petani dengan harga Rp800/kilogram, namun dengan potongan 15%.

Dia mengakui meski sampai sekarang ini pabriknya masih berproduksi, mengalami kesulitan dalam menjual tepung tapioka. (xta)

Sumber: lampost.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *