Usai Gelombang Protes, Bangladesh Jalankan Hukuman Mati Bagi Pemerkosa

  • Whatsapp

JAKARTA – Bangladesh menerapkan hukuman mati bagi pemerkosa menyusul gelombang protes menentang serangan seksual terhadap perempuan dan anak perempuan.

Keputusan ini diambil dalam rapat kabinet pada Senin (12/10/2020) waktu setempat dengan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Menteri Hukum Anisul Huq mengatakan, berdasarkan keputusan itu, hukuman maksimal bagi pemerkosa adalah hukuman mati, bukan lagi hukuman penjara seumur hidup sebagaimana yang berlaku selama ini.

“Akta Pencegahan Penindasan Anak-anak dan Perempuan, yang di dalamnya berisi hukuman penjara bagi pemerkosa diubah hari ini menjadi hukuman mati,” kata Menteri Hukum Anisul Huq kepada BBC, Senin.

Hug mengakui keputusan pemerintah ini antara lain didorong oleh gelombang protes nasional itu.

Kemarahan terbaru timbul setelah terjadi serangan massal yang keji terhadap seorang perempuan di Noakhali, Bangladesh selatan.

Kelompok yang membantu korban pemerkosaan mengatakan, kepolisian Bangladesh menerima sekitar 5.400 laporan pemerkosaan tahun 2019, tetapi jumlah kasus yang sampai pada tahap putusan bersalah sangat rendah.

Untuk tahun ini, kata mereka, rata-rata terjadi tiga kasus pemerkosaan per hari. (xta)

Sumber: detik.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *