Spanduk Penolakan Dinasti Politik Tersebar di Sudut Bandarlampung

  • Whatsapp
Spanduk Menolak Politik Dinasti (jurnallampung/Lucky Nurhidayah)

BANDARLAMPUNG – Spanduk bernarasi menolak politik dinasti tersebar di beberapa sudut strategis Kota Bandarlampung jelang pemilihan walikota. Spanduk yang dipasang bersampingan dengan spanduk para calon walikota itu bernarasi “Rakyat Peduli Demokrasi (Repdem) Menolak Keras Politik Dinasti.

Hasil temuan Jurnallampung.id di lapangan, Selasa (13/10/2020) memperlihatkan, spanduk itu dipasang di jalan-jalan tepat bersampingan dengan spanduk calon walikota Rycko Menoza, Yusuf Kohar, dan Eva Dwiana.

Dalam catatan Jurnallampung.id, Rycko Menoza adalah putera dari Sjahroedin ZP, mantan gubernur Lampung; Yusuf Kohar adalah petahana wakil walikota; dan Eva Dwiana adalah isteri dari Herman HN, Walikota Bandarlampung.

Istilah dinasti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti keturunan raja-raja yang memerintah, semuanya berasal dari satu keluarga.

Jika diterjemahkan dalam politik berarti kepemimpinan yang diwariskan oleh pendahulunya lewat penunjukan atau garis keturunan, bukan pemilihan terbuka secara demokratis. (lnr/xta)

Pewarta: Lucky Nurhidayah

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *