Unjuk Rasa Itu Ada Batasannya

  • Whatsapp
Ilustrasi Unjuk Rasa

JAKARTA – Undang-undang Cipta Kerja mengundang unjuk rasa dari kalangan buruh yang kemudian diikuti elemen lain seperti mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Unjuk rasa adalah hak warga negara, karena dijamin oleh Pasal 28 UUD 1945, “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang”.

Unjuk rasa juga dijamin oleh Undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Tetapi undang-undang juga memagari pengunjuk rang agar tidak kebablasan yang kontraproduktif dengan filosofi kebebasan dalam menyampaikan pendapatnya.

Ada beberapa area yang oleh undang-undang dilarang untuk dituju berunjuk rasa. Tempat itu adalah lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, stasiun kereta api, terminal angkutan darat, dan obyek-obyek vital nasional.

Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan, dan Penangan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum, juga mengatur batasan waktu berunjuk rasa, yakni pukul 06.00-18.00 waktu setemat di tempat terbuka, dan 06.00-22.00 di lokasi tertutup. Unjuk rasa juga dilarang dilaksanakan di hari besar nasional.

Di dalam Pasal 16 Undang-undang Nomr 9 Tahun 1998 itu, pelaku unjuk rasa melaksanakan perbuatan melanggar hukum dapat dikenai sanksi hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal ini dikenakan kepada pelanggar jika terjadi perbuatan yang melanggar hukum seperti penganiayaan, pengeroyokan, perusakan barang, dan kematian.

Nah, unjuk rasa khususnya yang berlangsung di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020, banyak sekali perbuatan yang merusak fasilitas umum, seperti membakar halte bus TransJakarta di beberapa titik di Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman, serta merusak dan mencoret-coret stasiun MRT kebanggan nasional di Jalan MH Thamrin. Kerugian yang diderita negara dalam kerusakan ini kira-kira Rp45 miliar!

Uang sebesar itu bila dibelikan beras berharga Rp10.000 per kilogram maka akan dapat beras sebanyak 4,5 juta kilogram. Beras sebanyak itu bisa dibagikan merata kepada 9 juta warga, yang mana masing-masing warga mendapat 1/2 kilogram.

Fasilitas umum dan properti milik negara ini dibangun menggunakan uang rakyat dan diperuntukkan untuk kepentingan rakyat.

Dengan perbutan merusak fasilitas umum dan properti negara, jelas sekali bahwa filosofi untuk rasa yang dijamin undang-undang telah melampaui batasnya, sehingga menjadi perbuatan yang melawan undang-undang itu sendiri.

Semangat unjuk rasa yang melampaui amanah undang-undang ini justeru akan merusak tatanan demokrasi yang dicita-citakan bersama. Sebuah demokrasi yang berada dalam keharmonian, karena satu sama lain saling menjaga haknya, tidak mengganggu apalagi merusak fasilitas atau hak orang lain.

Anarkistis yang dipertontonkan dalam suatu unjuk rasa tentu tidak bisa dibiarkan berlanjut, karena akan mengubah situasi harmoni menjadi chaos atau penuh kekacauan, tidak ada penghormatan akan hak-hak asasi lagi.

Dalam suasana anarkistis inilah, negara dalam hal ini aparatur penegak hukum wajib turun tangan untuk menjerat pelanggar hukum dengan sanksi. Negara perlu turun tangan agar hak warga negara lain untuk mendapat dan menikmati fasilitas umum tidak dilanggar oleh orang lain yang berbuat anarkistis.

Selain untuk rasa, negara sebenarnya memberi saluran hukum yang elegan  kepada semua warga negara untuk meluapkan ketidaksetujuannya terhadap produk hukum yang dibuat DPR bersama pemerintah dengan cara mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ibarat keluarga, bila ada anggota keluarga yang tidak setuju dengan aturan maka mereka bisa mengadu kepada penegak keadilan, bukan malah merusak rumah, meja kursi, tempat tidur, apalagi merubuhkan rumah yang dihuni oleh keluarganya sendiri.

Krista Riyanto, Pemimpin Umum Jurnallampung.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *